lakon lainnya
perihal mereka yang bertemu karena keadaan
Airlangga Rakai N.
Pertemuan keduanya diawali ketika Rakai hendak membeli daging dengan tujuan memasak untuk sang kekasih. Namun begitu sampai di supermarket, ia sempat kebingungan daging mana yang kiranya baik dan bagus. Angga yang saat itu juga sedang berbelanja bulanan, kebetulan sekali keduanya bertemu.
Biantara Widjanarko
Berawal dari pertemuan tidak disengaja sebab diajak bermain badminton oleh kawan masing-masing, keduanya bertemu di salah satu GOR badminton dan berujung hingga Angga dan Biantara menjadi teman karib.
Deana Glory S.
Pertemuan keduanya berawal ketika sebuah kecelakaan kerja terjadi pada rekan Angga yang kala itu terkena gigitan ular. Setelah pertolongan pertama diberikan pada Kevin, si rekan kerja, Angga beserta timnya segera membawa Kevin ke rumah sakit terdekat tempat Deana sedang menjalani masa PPDS-nya.
Dian Sastrowardoyo
Bertemu karena hobby keduanya dalam urusan skincare, Angga dan Dian menjadi teman karib perihal urusan perawatan wajah. Menurut Angga, perawatan wajah tidak hanya berlaku pada kaum hawa. Kaum adam pun tak ada bedanya, skincare adalah hal yang wajar dan tidak ada salahnya sekalipun seorang lelaki memakainya.
interested to take a part of Angga's journey?
hit us up on our direct messages to discuss the relations.
Karin Prameswari
Kerap disapa Karin atau Ayin—hanya untuk orang terdekat. Lahir di ibukota periangan, Bandung, 9 Oktober 1990. Sejak kecil ia tinggal bersama neneknya mengingat orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil sewaktu Karin berusia tujuh tahun.
Tumbuh dan besar dengan didikan sang nenek, Karin sehari-hari kerap membantu sang nenek mengurus peternakan sapi yang dibantu dengan om dan tantenya. Kedekatannya dengan hewan-hewan yang ada di peternakan menjadi salah satu dorongan baginya untuk memilih jurusan fakultas kedokteran hewan di perguruan tinggi.
Hidup Karin terbilang cukup sederhana, meski tiadanya peran orang tua dalam hidupnya, ia belajar untuk hidup mandiri dan tidak menyusahkan orang lain. Memasuki bangku kuliah, hal tersebut dibuktikan sendiri olehnya dengan membayar sebagian biaya kuliah dengan uang hasil keringat yang didapatkan selama bekerja paruh waktu. Kecerdasannya pun tak dapat diragukan lagi, Karin kerap kali ditunjuk menjadi asisten dosen hingga turut serta membantu penelitian.

Sedikit keluar dari zona nyamannya, Karin memilih untuk menempuh pendidikan profesi satwa liar. Hidupnya berubah ketika ia ditempatkan di salah satu konservasi satwa liar di Pulau Borneo dan bertemu Satria Dewangga, yang tak lain adalah seorang fotografer National Geographic's Wildlife Watch asal Jakarta.






